Rabu, 01 Juli 2009

Aksi Kritik Sosial Pilpres 2009 “One Man One Statement for Indonesia” KAMMI Komisariat Eksakta Universitas Andalas Padang

oleh : Muhammad Taufiq

Senin, 29 juni 2009 kembali pergerakan mahasiswa yang biasa dikenal sebagai motor penggerak aksi yakni kesatuan aksi mahasiswa muslim Indonesia atau yang lazim disebut dengan KAMMI menunjukkan kembali eksistensinya sebagai control social. Pada aksi yang diangkat oleh KAMMI Komisariat Eksakta Unand kali ini mengangkat tema “ One Man One Statement For Indonesia “ yang dilakukan di pusat aliran arus aktivitas masyarakat dan mahasiswa yakni halte bus pasar baru yang biasa dijadikan tempat pergantian penumpang terutama mahasiswa unand dan juga masyarakat sekitar pasar baru.
Ketua Umum KAMMI Komisariat Eksakta Unand, Muhammad Taufiq mengatakan “Kegiatan aksi tersebut bertujuan agar sekiranya apa yang menjadi keinginan dan harapan mahasiswa dapat terlaksana oleh pemerintahan yang baru, begitu pula dengan kritikan yang disuarakan oleh mahasiswa sehendaknya dapat menjadi hal yang dapat membangun untuk kemajuan Indonesia ke depan”. Aksi tersebut dimulai pada pukul 08.00 pagi hari dan selesai pada pukul 15.00 siang hari. Lebih dari 500 mahasiswa yang menuliskan sebuah kalimatnya menjadi catatan penting dalam agenda Indonesia ke depan.
Aksi kali ini berbeda dengan aksi yang biasa dilakukan sebelumnya, biasanya kammi turun kejalan dan melakukan longmarch dengan rute aksi yang berpusat ditempat wakil rakyat (gedung DPR) dengan membawa secarik pernyataan sikap, akan tetapi kali ini KAMMI langsung turun kejalan menampung aspirasi mahasiswa dan masyarakat pada sebuah spanduk putih mengenai harapan untuk Indonesia kedepan terutama terkait mengenai agenda terdekat bangsa ini yang notabennya merupakan agenda besar untuk melahirkan sosok pemimpin Indonesia yakni pemilihan presiden (pilpres) 2009. Hal ini dilakukan karena lesunya minat dan semangat mahasiswa atau pemuda yang mau bersusah-susah turun kejalan berteriak menyampaikan aspirasinya dengan kemungkinan besar hanya menjadi dengungan ditelinga para wakil rakyat. Oleh karena itu aksi kali ini berbentuk tulisan (one man one statement) yang nantinya akan difollow up ke-KPU sumbar sebagai pemicu terwujudnya pemilu yang berkualitas sekaligus bagi ketiga pasangan kader terbaik bangsa sebagai calon yang akan mengisi posisi utama kepemimpinan bangsa ini (RI 1 dan RI 2). Banyak harapan yang disampaikan oleh mahasiswa dan masyarakat diantarannya :
“ jangan hanya janji doang yang penting bukti”
“ jangan hancurkan harapan kami”
“ anti neoliberalisme”
“ wujudkan Indonesia maju dan sejahtera”
“ tingkatkan partisipasi aktif masyarakat pada pemilu kali ini”
“jangan bodohi kami dengan black campaign”
Harapan – harapan diatas bukanlah harapan semu yang diwujudkan hanya dalam mimpi semata. Bukanlah harapan yang hanya ditegakkan dengan janji – janji kosong sebagai penarik simpati masyarakat. Akan tetapi harapan bangsa ini haruslah benar –benar terpatri dalam jiwa para calon pemimpin Indonesia yang harus terwujudkan baik tampuk kekuasaan ditangan ataupun tidak. Karena ketiga pasang calon pemimpin bangsa ini mampu melakukan hal itu, ketiganya memiliki power untuk itu walaupun dalam taraf yang tidak terlalu besar dibanding ketika memegang tampuk kekuasaan. “Janganlah Kekuasaan Menjadi Orientasi Utama Tapi Jadikanlah KepentinganRakyat Diatas Segala Kepentingan Karena Itulah Tugas Anda”
Disela-sela kegiatan aksi berlangsung, terlihat jelas dari beberapa petinggi organisasi pun ikut turut andil di dalamnya. Seperti Presiden Negara Mahasiswa FISIP Unand Pangi Syarwi, Gubernur BEM Fakultas Pertanian Rafnel Azhari dan mantan Ketua Himpunan Mahasiswa Teknologi Pertanian Husni Panjaitan. Selain itu aksi kali ini juga diselingi dengan pembagian stiker dari KPU yang berisikan ajakan memilih pada tanggal 8 juli mendatang. Hal ini dilakukan mengingat bahwa masih tingginya angka golput pada pemilu legislative yang lalu. Semua itu menunjukkan bahwa saat ini rakyat belum berani menentukan pilihan terhadap wakilnya yang akan menyuarakan suara rakyat digedung parlemen. Rakyat merupakan kunci utama suksesnya pesta demokrasi suatu bangsa oleh karena itu tentukan pilihan anda sekarang karena berani memilih harus berani bertanggung jawab demi kemajuan bangsa. Kedepan mari sama – sama kita tingkatkan peranan kita sebagai agent of change, sekaligus peran kita sebagai kontrol sosial karena itu sangat penting demi nasib bangsa ini. Tuhan tidak mengubah nasib suatu kaum jika tidak kaum itu sendiri yang berusaha mengubahnya.