Rabu, 13 Mei 2009

Pergerakan Mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian ke depan

Oleh : Muhammad Taufiq*

Dunia kemahasiswaan tidak akan pernah ada habis – habisnya jika dibahas dan dibicarakan. Banyak sekali hal yang akan selalu menjadi topik pembicaraan, mulai dari tingkat pembahasan Himpunan Kemahasiswaan, Unit Kegiatan Mahasiswa sampai dengan tingkat pembahasan kepemimpinan dalam tataran Badan Eksekutif Mahasiswa.
Sebelum berbicara lebih jauh, perlu kita pahami bahwa pergerakan mahasiswa sangat identik dengan yang namanya organisasi. Organisasi merupakan suatu istilah yang dipergunakan dalam dunia pergerakan kemahasiswaan. Dimanapun, siapapun, dan kapanpun suatu organisasi pasti akan sangat diperlukan dalam pergerakan mahasiswa. Organisasi juga merupakan sarana dan fasilitator bagi para mahasiswa untuk bergerak dan beraktifitas, baik itu untuk kepentingan mahasiswa, kampus , atau masyarakat sekalipun dalam bentuk pengabdian.
Sungguh suatu peristiwa yang sangat penting dan takkan terlupakan dalam dunia pergerakan mahasiswa pada tahun 1998 yang lalu, tepatnya dalam pergelutan memperebutkan tahta kepemimpinan negara ini. pergolakan yang dirasakan rakyat sangat ditanggapi serius oleh para aktifis kampus. Penderitaan yang dirasakan oleh rakyat sudah mencapai pada titik klimaks yang sudah tak tertahankan lagi. Krisis ekonomi dan moral yang sudah berkepanjangan harus diselesaikan tuntas segera. Tidak ada lagi kata untuk menunggu penderitaan ini berakhir, tetapi kata untuk berjuanglah yang harus ditanamkan dalam hati untuk meretas kebangkitan negara ini. kekuatan yang ada pun mulai dikerahkan, semua golongan masyarakat yang merasakan kekacauan pada saat itu pun mulai turun ke jalan. Dengan berbekal ilmu dan wawasan yang berlebih mahasiswa pun dengan semangat yang berkobar membara bagaikan api yang tak kunjung padam menyuarakan aspirasi rakyat yang tak tersampaikan. Orang – orang yang mengaku dirinya kaum intelektual tersebut rela bergelut dengan pukulan yang keras, tembakan timah panas dari senapan para penjaga keamanan. Itu semua dilakukan demi terciptanya perbaikan untuk menuju kemakmuran rakyat. Dan hasil yang diperoleh adalah bukan sia – sia belaka dari perjuangan keras menuju kejayaan, namun kemenangan yang sangat berarti dan menuntaskan semua permasalahan yang menjadi pemicu kehancuran negara ini. Bangunan tempat pemerintahan para elit politik berlangsung itu pun berhasil diduduki para kaum intelek. Akhirnya kemenanganlah yang dapat diraih dari penindasan yang terjadi selama ini.
Inilah segelumit peristiwa yang menjadi catatan sejarah pergerakkan mahasiswa yang akan terkenang sepanjang masa. Dari peristiwa ini jugalah menjadi awal sejarah lahirnya para kaum intelektual muda yang penuh dengan semangat untuk mendirikan kebangkitan dan kemajuan bangsa. Melalui pencerdasan dari segala aspek kehidupan mulai dari aspek sosial, politik,ekonomi, budaya, pertahanan dan keamanan mahasiswa berani tampil untuk memulai memperbaiki moral rakyat yang dulunya telah hilang. Dan kini mahasiswa telah dinilai oleh rakyat dengan segala usaha dan upayanya sebagai agen of change yaitu agen perubah yang akan membawa perbaikan bangsa dan negara.
Dalam perjalanannya pergerakan mahasiswa yang dulunya sangat dinamis kini berubah dan mulai terkikis sedikit demi sedikit. Idealisme seorang mahasiswa pada zaman orde reformasi kini beralih kembali kepada zaman orde baru dimana pada saat itu pergerakkan mahasiswa dibuat stagnant dalam artian mati atau berhenti dan tak ada daya upaya. Karena ulah elit politik dengan kepentingan – kepentingan tertentu memaksa mahasiswa untuk bergerak secara diam – diam dan harus bersembunyi untuk suatu melakukan aktifitas tertentu. Berbagai cara dilakukan agar menutup –nutupi aktifitas mahasiswa yang dinilai pada saat itu adalah untuk tujuan suatu kepentingan sekelompok orang yang menginginkan kedaulatan dan tahta politik. Sampai pada akhirnya hal itu pun kembali pulih atas nama keberanian dan kebenaran. Dengan totalitas dalam bergerak dan bersungguh – sungguh maka tiada yang mustahil kita peroleh dari usaha yang maksimal. Satu kunci yang dapat kita pedomani yaitu totalitas adalah kata yang tepat untuk menggambarkan kepahlawanan. Mungkin saat ini kata pahlawanlah yang tepat untuk disandang dipundak para aktifis kampus kita terdahulu. Karena pahlawan adalah gelar bagi pejuang yang telah gugur untuk membela bangsa dan negara. Bayangkan saja, dengan modal kerelaan dan keikhlasan di dalam segenap hati sanubari mereka berjuang untuk satu niat yang teguh yaitu kemakmuran rakyat dan kejayaan bangsa serta negara. Bukan hanya itu, mereka mungkin terkadang melupakan sejenak untuk kesenangan dan kebahagiaan diri mereka sendiri, mereke berjuang untuk rakyat, bangsa ini, negeri ini tercinta di atas sebuah prinsip yakni kepentingan umum diatas segala kepentingan pribadi.
Seperti halnya seorang guru yang bekerja dengan segenap hati untuk mencerdaskan bumi pertiwi ini. tanpa pandang buluh, golongan atau kelompok manapun, asalkan tugas mulia ini telah dikerjakan maka perasaan senanglah yang terasa dihati. Tenaga yang dikeluarkan sangat tampak dari cucuran keringat yang terus menetes tanpa belas jasa. Mereka bekerja dengan sepenuh hati, demi kejayaan bangsa. Itulah mengapa guru dinamakan seseorang pahlawan tanpa belas jasa.
Saat ini semangat seperti itulah yang kita butuhkan untuk mendobrak motivasi para mahasiswa untuk bergerak. Lain halnya seperti zaman dulu, sekarang tidak ada lagi halangan bagi mahasiswa untuk dapat beraktifitas, berbuat, dan berkarya menciptakan hal baru yang nantinya akan membawa perubahan kebaikan kedepan. Namun sering kali pertanyaan yang muncul dibenak para aktifis kampus kini yang bersemangat ingin bergerak adalah dimanakah kini dapat kucari suasana seperti pergerakkan mahasiswa dulu yang menginginkan kejayaan negara ini. dimanakah para penerus generasi bapak reformasi kita Amin Rais? Kemanakah dapat kita cari bapak pembaharu kita yang cerdas dalam berfikir seperti B. J. Habibi ?. Pertanyaan seperti demikian hanya dapat dijawab dimasa lalu, namun kini akan terasa sangat sulit dijawab, semua itu adalah karena pergeseran zaman yang membuat semuanya kini dianggap mudah sehingga mahasiswa kini tidak mau lagi merelakan tenaga, daya dan upaya untuk bergerak dan berusaha untuk meningkatkan potensi dan kemampuan yang dimilikinya tetapi yang ada kini mahasiswa hanya lebih banyak bermain dibandingkan dengan mengisi waktunya untuk beraktifitas dan berkarya untuk menjadi seperti pahlawan yang telah kita sebutkan diatas.
Pergerakkan mahasiswa kini telah mati, tiada lagi yang dapat kita agung – agungkan seperti keberhasilan para kaum intelek terdahulu. Andai saja mereka tahu pastilah kesedihan yang terpancar dari wajah yang penuh semangat itu, keceriaan dan senyuman yang mereka nantikan untuk pengabdian mereka selama ini terhadap pembangunan bangsa hanyalah menjadi sebuah mimpi kecil yang akan selalu terbayang dan tidak akan pernah terealisasikan. Tanpa disadari kini idealisme seorang mahasiswa sejati telah mulai terkikis dimakan usia dan zaman. Ketakutan pun seiring dengan itu ikut berbicara bahwa negara yang telah lama merdeka ini ternyata rusak dan hancur karena ulah tangan orang – orang yang tiada bertanggung jawab atas semua peristiwa tersebut. Tiada lagi daya dan upaya dapat diperbuat jika untuk bergerak pun kini mahasiswa hanya bisa menunggu untuk dipanggil kalau ada keperluan saja. Seperti hanya datang ke kampus untuk kuliah lalu berusaha untuk memikirkan keberhasilan dirinya sendiri setelah itu pulang dengan membawa bekal materi kuliah yang diberikan dari kampus tadi.
Jika saja kita mengkaji apa perbedaan mahasiswa dulu dan sekarang, mungkin itu terletak pada kondisi dan suasana yang pada saat itu mahasiswa hidup dalam pergolakan. Oleh karena itu mahasiswa dulu akan cenderung memiliki kreativitas yang sangat tinggi untuk melakukan perubahan atas berbagai kerumitan yang dihadapi. Dibandingkan dengan mahasiswa sekarang yang mungkin hidupnya bebas dengan kenyamanan yang telah didapatkan atas jeri payah mahasiswa dulu yang dengan penuh semangat membangun negeri tercinta ini. dan mahasiswa kini hanya bisa terlena dan tertawa akan hasil yang telah didapatkan itu.
Jadi permasalahannya adalah terletak dari bagaimana cara kita sebagai mahasiswa yang hidup di zaman sekarang untuk tulus bergerak demi kejayaan bangsa dan negara kita ini. Jangan sampai akibat ketidakpedulian kita sebagai mahasiswa, kita akan mengulangi zaman dulu dengan peristiwa penjajahan yang telah kita terima dari negara lain sejak dulu dan tanpa sadar peristiwa itu telah terulang kembali dengan jalan yang berbeda, yakni dengan menguasai negara kita secara kekuatan akal dan fikiran yang cerdas, tidak sama seperti dulu yang berkuasa atas kekuatan fisiknya.
Terkhusus bagi rekan – rekan mahasiswa yang bergerak dibidang tertentu seperti pertanian, penyikapan mahasiswa atas pembaharuan negara ini adalah melingkupi segala aspek dan bidang. Termasuk dalam bidang pertanian sekalipun, jika ditinjau dari segi teknologi maka akan banyak sekali aktifitas dan pergerakan mahasiswa yang pastinya dapat pula melahirkan suatu karya yang spektakuler dan akan membawa kita menuju kemakmuran bangsa.
Suatu tantangan bagi kita yang bergerak dalam bidang teknologi pertanian, karena dari tangan mahasiswa yang berjuang untuk terciptanya keseimbangan alam ini butuh pengorbanan yang cukup besar baik itu dalam meluangkan sejumlah waktu, tenaga, fikiran bahkan harta sekalipun agar terciptanya tujuan tersebut. Ilmu dan wawasan yang telah didapat langsung dari kuliah adalah kekuatan terbesar yang sangat membantu dalam aplikasinya. Tak dapat kita pungkiri bahwa kondisi alam negara ini bahkan dunia ini dalam keadaan yang cukup sulit, rintangan alam seperti global warming atau akrab disebut dengan pemanasan global adalah pekerjaan rumah yang sudah semestinya diberi perhatian yang berlebih. Kalau tidak maka penyelesaiannya akan berdampak terus – menerus dan berlanjut sampai akibatnya mungkin kehancuran bumi yang menjadi tempat tinggal kita satu – satunya sebagai makhluk yang hidup di bumi.
Untuk itu himbauan kepada para aktivis kampus tercinta yaitu tetap semangatlah dalam bergerak, beraktivitas dan berkarya. Awalilah suatu hasil yang besar dengan mimpi dan cita – cita yang besar. Jangan takut untuk gagal, karena kegagalan merupakan keberhasilan yang tertunda dan juga merupakan pengalaman yang berarti dalam kehidupan. Belajarlah dari pengalaman, karena pengalaman merupakan guru yang terbaik diantara semua guru yang ada. Serta yakinlah bahwa suatu keberhasilan tidak dapat tercipta karena diberikan, tetapi keberhasilan itu tercipta dari perjuangan yang kita raih. Selamat berjuang para aktivis kampus, negara ini akan terus merindukan karya – karya terbaikmu. Maka ciptakanlah itu dan jadilah awal generasi yang akan terus dikenang generasi setelah ini serta tercatat dalam catatan sejarah perbaikkan bangsa dan negara.
*Penulis merupakan Ketua Umum KAMMI Komisariat Eksakta UNAND

Tidak ada komentar:

Posting Komentar